Beberapa jam sebelum subuh, dua pertiga dari umur malam…
Di tengah keheningan dan kesucian,
kala para Malaikat pesuruh Allah setia menunggu...,
Menunggu manusia-manusia, ciptaan paling unik yang dari segala yang pernah Ia ciptakan,
untuk bangun dari nikmatnya tidur, setelah hari-hari panjang kehidupan yang sangat melelahkan.
Banyak hal telah terjadi, dan masih akan terus terjadi rupa-rupa peristiwa :
Tawa, luka, amarah serta harapan-harapan yang tertunda…
Seorang anak manusia terbangun, lantas membersihkan diri.
Memakai pakaiannya yang terbagus, dengan sedikit wewangian,
Lalu bergegas menghadap Illahnya…
Mengeluhkan apa-apa yang membuatnya susah,
Memohonkan apa yang belum terkabul,
Memintakan ampunan atas dosa-dosa yang telah ia lakukan
Mengharapkan usia panjang dan kesehatan untuk ibundanya
Atau sekedar mengadukan kepada tuhan kerinduannya terhadap sang kekasih jauh di sana…
Sajadah terbentang… Al-fatihah dilafalkan…
Air mata bercucuran mengingat segala macam pengabaian atas janji-janji dengan Allah,
dan tuntunan-tuntunan kehidupan yang terlupakan membaca surat pembukaan...
"Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Arrahmaniirahiim.
Maalikiyaumiddin. Iyya kana'budu wa iyya kanasta'in. Ihdinassiratal mustakiim.
Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim, ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalliin”
Hingga, subuh menjelang…
Subuh adalah perawan kesucian waktu yang dirayakan kokok ayam.
Suatu tanda bahwa hari segera berganti, bahwa setiap helai nafas masih berdesir.
Untuk sejarah yang lain, kenyataan yang lain, mungkin air mata yang lain,
ataupun, semoga bahagia yang lain….





0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentarnya ^_^
<< Home